
“Heem.. Agustus sudah nyaris berlalu, tapi situasi masih belum juga berubah. Padahal, blog ini sudah online 24/7, namun hanya sedikit teman yang sudi mampir … dimana salahnya?”
————————————–
Sejujurnya, menjadi assassin itu tidak enak, karena dia selalu masuk ke tempat manapun secara sembunyi atau tidak dikenal, dan keluarnya juga begitu. Akan tetapi, apa boleh buat? Kadang dibutuhkan pengorbanan untuk bisa menemukan apa yang ingin dicari, meski saat ini belum tahu apakah itu?
Mungkin memang dibutuhkan waktu lama bagi seorang John Doe … seperti saya bisa menemukan kembali dirinya yang hilang, lalu diterima lagi secara umum di masyarakat. Para pengoar slogan humanis ternyata tidak mampu mempraktekan nilai-nilai humanisme itu sendiri. Mereka menghargai sesama bila pola pikir mereka sependapat, dan hal itu *menurut saya* … tidak ada bedanya dengan kaum sosialis, marxis, individualis, kapitalis dan serenceng isme-isme sintetik yang konon bertujuan untuk mengantarkan manusia agar bisa lebih memahami nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan … another pile of lies!
Barangkali, inilah yang di bilang orang jargon-jargon kosong atau seperti kata pepatah lain yang mengatakan ‘money talks, bull shit walks’. Paling-paling … kalau bukan karena uang … yaa gara-gara lingkaran persahabatan. Alangkah baiknya kalau ada yang mau menyarankan kepada Matt Si Pengelola untuk membuat situs WordPress versi eksklusif. Dan ternyata benar kata orang-orang tua bahwa lebih mudah mencari lawan daripada kawan.
*semoga artikel ini bukan permulaannya …
*
Well, saya akan terus mencoba sejauh apakah kepedulian sosial di Indonesia masih bisa diharapkan? Meskipun ini sebenarnya adalah “Republik Indonesia Maya”. Moga-moga saja makna kebebabasan tidak diartikan SEMAU GUE … atau … ELO …
Anyway, saya masih akan tetap nongkrong dan bercokol di situs ini, sembari melihat siapakah yang lalu lalang?
…. …. ….

hei
saya baru lalu lalang
sepertinya tulisanny menarik
gaya banget gitu deh