
“Welcome to my personal chamber my friend…
At last, now we can finally meet…
Look deep into my eyes …!”
Siapakah saya? Untuk saat ini, saya rasa hal itu tidak penting! Namun perhatikanlah pesan yang ingin saya sampaikan tentang semakin dekatnya kedatangan “The Son of Perdition” atau “The Son of Sin” di bawah ini:
“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tesalonika 2:3-4)
Tugas para Hashshashin sejak dulu adalah melindungi Bait Allah yang berada di kota Yerusalem. Sebagian assassin berjuang dengan mengorbankan jiwa-jiwa mereka dengan hanya berbekalkan sebilah dagger agar para pendukung si terkutuk tidak berhasil menancapkan kaki-kaki mereka di kota tersebut. Sedangkan assassin lainnya berjuang dengan sebilah dagger yang ditoreskan di atas kertas, dengan harapan pesan yang diamanatkan sejak dulu tetap disampaikan turun-temurun kepada anak manusia.
Saya masih ingin mengatakan beberapa hal … tapi next time okeh!
P.S. Sering-sering mampir kalau mau tahu kelanjutannya yaa

wah serem gambarnya…
iyua tuh seureum gambarnya